Supaya Aman, Simak Tips Ini Ketika Memilih Baby Bouncer Untuk Bayi - Nekst.Me Online Media

Selasa, 24 November 2020

Supaya Aman, Simak Tips Ini Ketika Memilih Baby Bouncer Untuk Bayi




Baby bouncer kerap digunakan untuk menenangkan bayi oleh banyak orang. Dibalik kegunaan baby bouncer, ternyata baby bouncer juga dapat berakibat fatal untuk bayi apabila tidak diawasi oleh orang tua. Berbagai resiko seperti terjatuh dan terguling bisa terjadi ketika bayi dalam baby bouncer. Oleh sebab itulah para orang tua harus cermat cara memilih bouncer yang tepat untuk si buah hati.

Sebenarnya resiko dari pemakaian baby bouncer bisa dikurangi dengan berbagai cara, salah satunya yaitu selalu memastikan bayi berada dalam pengawasan ketika berada di baby bouncer untuk mencegah resiko bayi terjatuh. Selain itu simak beberapa tips di bawah ini ketika memilih baby bouncer yang tepat untuk bayi:

  1. Pilih baby bouncer dengan penyangga atau rangka yang kokoh dan kuat. Bunda dapat memastikan baby bouncer yang kuat dengan meletakkan baby bouncer di lantai. Apabila baby bouncer tidak bergeser ketika mode ayun atau Betawi nyalakan itu artinya baby puncak tersebut aman digunakan untuk bayi.
  2. Terdapat dua jenis bouncer yang bisa Bunda pilih yaitu bouncer elektrik serta bouncer manual. Masing-masing jenis baby bouncer memiliki keunggulan. Baby bouncer elektrik dinilai lebih praktis karena bisa mengayun secara otomatis dengan menggunakan baterai atau listrik. Sedangkan baby bouncer manual harus digoyangkan dengan tangan agar bayi merasa sedang di ayun-ayun. Walaupun begitu samua baby bouncer manual cenderung memiliki bobot yang lebih ringan sehingga mudah dipindah-pindah lebih terjangkau dibandingkan dengan tipe bouncer elektrik.
  3. Meneliti posisi sandaran baby bouncer. Apabila baby bouncer yang akan digunakan untuk bayi baru lahir, maka bunda harus memastikan sandaran bouncer tersebut bisa diatur hingga posisi rebahan seperti tempat tidur. Setidaknya posisi sandaran baby bouncer tidak terlalu tegang atau kaku sehingga bisa beresiko mengganggu pertumbuhan tulang belakang pada bayi.
  4. Memastikan baby bouncer memiliki sabuk pengaman yang kuat. Selain itu pengaman baby bouncer juga harus bisa mengunci dua bagian tubuh bayi yaitu bagian pinggang serta area selangkangan bayi. Model baby bouncer tertentu bahkan mampu melengkapi sabuk pengaman di bagian bahu. Dengan demikian sabun pengaman merupakan elemen penting yang harus Anda pertimbangkan untuk keamanan si buah hati.
  5. Pastikan memilih tempat duduk baby bouncer yang empuk. Bunda juga harus memilih baby bouncer yang terbuat dari bahan yang tidak panas serta mudah menyerap keringat. Hal itu dikarenakan karena kualitas bahan cover dari baby bouncer yang buruk bisa menyebabkan iritasi pada kulit bayi ketika ia berkeringat.
  6. Pilih baby bouncer yang mempunyai fitur tambahan. Fitur tambahan tersebut berupa mainan seperti boneka atau ritel yang digantung, musik atau mode getaran. Dengan adanya fitur tersebut dapat mengasah sistem motorik pada bayi.

Selain itu Bunda juga bisa memperhatikan penggunaan baby bouncer yaitu:

  • Meletakkan baby bouncer di tempat permukaan yang datar.
  • Memastikan sabuk pengaman mengunci bayi dengan sempurna tetapi tidak terlalu ketat mengingat bayi.
  • Mengatur posisi kepala serta leher bayi, serta pastikan kepala dan leher bayi tidak berada di posisi yang sama dalam waktu yang cukup lama.
  • Orang dewasa harus selalu memastikan keadaan bayi yang ada di baby bouncer agar terhindar dari potensi baby bouncer geser atau goyang.
  • Usahakan tidak terlalu lama menggunakan baby bouncer paling lama 20-30 menit saja.
  • Apabila bayi tertidur dalam baby bouncer maka segera pindahkan bayi ke tempat tidur.

Meskipun bunda menggunakan baby bouncer tetapi Bunda tidak boleh lupa untuk selalu mengawasi bayi ya. Hal tersebut untuk menghindari resiko yang bisa membahayakan keselamatan bayi. Semoga bermanfaat!

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda